Skip to main content

Polisi Terus Gencar Razia Motor Berknalpot Bising

Pojokviral
Kepolisian semakin gencar merazia kendaraan bermotor yang menggunakan knalpot bising. 

Petugas Polresta Depok pun memberlakukan razia knalpot bising pada siang  Kamis (18/3/2021)  di Jalan Margonda, Depok. 

Nampak terlihat video sepeda motor berknalpot yang mempunyai suara besar pada diberhentikan oleh pihak kepolisian. 

Petugas mengimbau,  masyarakat pengguna kendaraan baik sepeda motor maupun mobil untuk tidak menggunakan knalpot bising jika tidak mau kena tindakan tegas.

“Sesuai undang-undang lalulintas terkait pelarangan penggunaan knalpot bising kita imbau untuk tetap menggunakan knalpot standar jika tidak mau ditilang petugas,”kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo. 

Aturan kebisingan knalpot ini sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup nomor 7 tahun 2009.

Dalam aturan tersebut dijelaskan, bahwa tingkatan kebisingan untuk motor kapasitas 80cc hingga 175cc adalah maksimal 83 dB dan di atas 175cc maksimal 80 dB. (dB=Decibel / satuan keras suara).

Sementara untuk penindakan pengendara yang menggunakan knalpot racing sesuai dengan Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan ( LLAJ).

Aturan mengenai penggunaan pipa pembuang gas sisa pembakaran ini terdapat dalam pasal 285 ayat (1).

Dalam pasal itu disebutkan bahwa setiap orang yang mengemudikan sepeda motor di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan layak jalan.

Di antaranya, meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Sumber: Info Depok