Skip to main content

Paska Hujan Deras, Banyak Titik Turap di Jakarta Selatan Longsor

Reporter: Herbowo
Pojokviral
Selain banjir, hujan deras yang mengguyur Jakarta beberapa waktu lalu, menimbulkan dampak yang cukup mengkhawatirkan. 

Untuk mengantisipasi terjadinya korban terhadap warga akibat longsor turap susulan di sejumlah titik lokasi di wilayah Jakarta Selatan, Suku Dinas Sumber Daya Air SDA Jakarta Selatan melaksanakan pemantauan dan pengecekan pengerjaan titik turap yang rawan longsor.

“Akibat curah hujan yang deras ada beberapa turap yang longsong di beberapa wilayah Jakarta Selatan. Agar tidak menimbulkan korban akibat longsoran kepada warga, kami langsung melakuan kontrol pengerjaan titik turap yang rawan longsor tersebut,” papar Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan Mustajab didampingi Kasie pemeliharaan Junjung, di lokasi Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, Rabu (17/3/2021).

Dalam kesempatan itu Mustajab mengungkapkan beberapa lokasi turap yang longsor dengan sigap kami telah melakukan serangkaian perbaikan, seperti salah satu lokasi Turap yang  longsor seluas 20 di Jl. Sharin RT 08/02 Kel. Srengseng Sawah, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan, yang nyaris menimpa rumah warga. 

Di ungkapkan Mustajab, Kejadian tersebut disebabkan faktor alam hujan yang terus menerus mengguyur wilayah tersebut. Ia mengatakan, seringnya longsor di kawasan Jagakarsa,  Jakarta Selatan  ini disebabkan banyaknya lereng. 

"Jagakarsa ini sering dan lereng banyak. Kalo faktor alam yang ga bisa dicegah. Tak hanya di kawasan Srengseng, kita akan cek-cek semua. Sebelum roboh kita bongkar sebaiknya ya. Orang-orang kita minta cek ke lapangan. Kita pantau turap-turap. Kalau ada yang retak dan rawan roboh sebaiknya dibongkar dan langsung diperbaiki,” tambah Mustajab.
 
Menurutnya, di Kecamatan Jagakarsa banyak turap yang rawan longsor. Ada sekitar 10 titik di Jagakarsa yang terpantau. Hal tersebut sudah sosialiasikan dan dibicarakan dari orang ke orang secara personal dengan menghimbau agar hati-hati jika membuat bangunan di pinggir tebing karena bisa longsor.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Seksi Pemeliharaan Sudin Sumber Daya Air Jakarta Selatan, Junjung mengatakan bahwa longsor yang terjadi pada turap penyangga karena diakibatkan karena lokasi tanahnya sudah labil. 

“Oleh karena itu kami dari Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadapa sejumlah titik lokasi turap yang rawan longsor,” tutup Junjung.