Skip to main content

Dua Kali Vaksinasi, Dua Kali Terpapar, Guru Besar IPB: Covid-19 Bukan Mitos

Pojokviral
Beberapa waktu lalu Rektor Institur Pertanian Bogor Arif Satria mengumumkan bahwa dirinya kembali terinfeksi Covid-19. 

Dan kini Guru Besar Fakultas Ekologi Manusia IPB memberikan kabar gembira bahwa dirinya telah sembuh dari Covid-19.

Arif Satria pun membagikan testimoni singkat terkait penyintas COVID-19. Menurut rektor IPB ini, COVID-19 bukanlah mitos, tapi benar adanya. 

"Saya merasakan terkena Covid-19 dua kali, meski sudah vaksin dua kali juga. Hasil genome sequencing virus saya kali ini tergolong varian delta," ujar Arif Satria.

Arif berpesan, untuk penyintas yang sudah pernah terkena Covid-19 dan sudah vaksin jangan lengah. Tetap waspada dengan varian baru, termasuk delta.

"Saya melakukan swab antigen dan swab PCR diwaktu yang bersamaan. Hasil dari swab antigen negatif dan 5 jam kemudian hasil PCR keluar dan ternyata positif," imbuh Arif Satria.

Sehingga dapat dikatakan hasil swab antigen negatif tidak berarti bebas COVID-19 karena swab antigen mungkin tidak mampu mendeteksi varian delta khususnya saat jumlah virus belum terlalu banyak. 

Bahkan ada juga ahli yang menyebutkan varian Delta kadang tidak terdeteksi oleh tes PCR.

Varian delta dari COVID-19 memiliki daya tular lebih cepat. Arif Satria sendiri merasakan gejala yang lebih berat seperti hilangnya penciuman, sakit tenggorokan, batuk, sakit kepala hingga demam.

Akan tetapi di beberapa orang varian Delta juga memunculkan sejumlah gejala yang sedikit berbeda. Dokter Spesialis penyakit dalam, dr Andi Khomeini Takdir, SpPD menyebut, varian Delta memunculkan gejala yang berbeda dibandingkan dengan pandemi awal.

"Kalau di pandemi awal gejala yang sering muncul adalah demam. Namun dalam varian baru ini yang perlu diwaspadai adalah nafas menjadi berat. Pada kondisi seperti ini, pasien membutuhkan tenaga untuk menarik nafas," jelas Andi.

Saat menderita Covid-19, Rektor IPB dirawat di RS BMC Bogor selama 10 hari dengan kondisi saturasi oksigen stabil 94-99.

"Saya merasakan paparan varian delta ini lebih berat daripada paparan Covid-19 tahun lalu. Namun semangat dari para dokter, keluarga dan sahabar membuat saya lebih semangat untuk sembuh. Semangat adalah kuncinya," pungkas Arif Satria.

Sumber:Detikcom