Skip to main content

Cerita Bripka Asep Korban Bencana Tsunami 2004 yang Kini di RSJ & Viral

Pojokviral
Kisah seorang polisi bernama Ajun Brigadir Polisi (Abrip) Asep viral di media sosial. Asep adalah polisi yang menjadi korban bencana tsunami Aceh 2004 silam. 

Kala itu Asep ditugaskan sebagai Poskotis Brimob Peukan Bada, Banda Aceh. Ia bertanggung jawab untuk menjaga posko pengamanan. Namun gelombang tsunami menghancurkan posko pengamanan tempat Asep bertugas. Asep pun dilaporkan hilang dan dinyatakan sebagai korban meninggal.

Namun ternyata, saat ini Asep diduga ditemukan dalam kondisi masih hidup di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh. Foto Asep saat dulu menjadi polisi dengan kondisi sekarang di RSJ beredar dan viral.

Sebelum menjadi pasien di RSJ Aceh, Asep ternyata pernah berada di Desa atau Gampong Fajar, kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya. 

Untuk menelusuri kisah Asep semasa di Desa Fajar, kumparan menghubungi Kapolsek Kecamatan Sampoinet Ipda Wahyudi yang mengetahui kisah tersebut.

Wahyudi mengungkapkan Asep sudah berada di desa itu sekitar tahun 2008 silam. Kala itu Asep hidup secara luntang-lantung di jalan. Dia kemudian ditolong oleh Kepala Desa Fajar kala itu, namun kini kepala desa tersebut sudah meninggal.

"Yang bersangkutan pada tahun 2009 sempat terlantung 1-2 bulanan sebelum kemudian diambil oleh Pak Geuchik (Kepala Desa) Fajar yang sudah meninggal," tutur Ipda Wahyudi, Jumat (19/3/2021).

Menurut Wahyudi, sosok Asep kala itu digambarkan sebagai pemuda yang tampan dan berkulit putih. Namun karena tidak nyambung saat diajak bicara, akhirnya pada 2009 Asep dibawa ke RSJ untuk mendapat perawatan oleh Kepala Desa dan pihak puskesmas.

"Beberapa bulan hidup luntang-lantung, karena kasihan warga dan pihak puskesmas nganter. Itu juga dibilang dia muda, ganteng, putih, cuma sekarang sudah tua," katanya.

Lima tahun dirawat di RSJ, pada 2014 Asep diantar kembali ke Desa Fajar oleh pihak RSJ Aceh. Namun karena Asep bukan warga Desa Fajar, oleh Kepala Desa yang baru ditolak dan diantar lagi ke RSJ.

Tahun 2016, kata Wahyudi, pernah ada orang tua dari Lampung yang mencari anggota keluarganya yang hilang karena tsunami namanya Zainal Abidin. Sekitar satu minggu mereka mencari-cari dan menyebarkan selebaran. Kepala desa sempat bertanya alasan mereka datang ke Desa Fajar, ternyata karena petunjuk dari mimpi.

"Orang tuanya bermimpi anaknya masih hidup dan luntang-lantung di daerah sini," ucapnya.

Namun saat itu pencarian keluarga Lampung itu tidak membuahkan hasil, mereka akhirnya pulang. Soal Asep yang berada di RSJ juga tidak disinggung keberadaannya oleh warga Desa Fajar, karena keluarga Lampung menyebut anggota keluarga mereka yang hilang bernama Zainal Abidin.

Setelah itu, baru-baru ini, pihak RSJ berencana ingin mengembalikan lagi Asep ke Desa Fajar. Kepala Desa Fajar, Alex, ingat soal keluarga di Lampung yang mencari anggota keluarga. Alex menduga Asep yang berada di RSJ mungkin saja anggota keluarga yang dimaksud. 

Dia lalu mencari nomor telepon keluarga Lampung itu dari brosur-brosur info orang hilang yang pernah ditempel di tiang listrik, namun sudah tidak ada.

"Makanya dikasih tahu lah ke pihak Brimob, jangan-jangan ini anggota yang dicari dulu. Makanya bingung, kok bisa viral cepat," kata Wahyudi.

Untuk memastikan kebenaran identitas pria tersebut dengan anggota polisi yang hilang, saat ini pihak RSJ dan polisi akan melakukan tes DNA keluarga Asep dari Lampung dengan pasien yang diduga mirip dengan Asep tersebut.

Sumber: Kumparan